Sabtu, 28 Oktober 2017

Surat Cinta Untuk Ayu

Jatuh cinta ? ya... semua orang pasti pernah merasakannya, dan ini yang pernah saya rasakan bahkan sampai saat ini.
Dua semester saya lalui, dan di tiga semester atau semester tiga saya baru menemukan cinta sejati saya yaitu Eriana Fajar Ayuningtyas. Awalnya saya tidak yakin kalau dia bakal mau sama saya yang hanya orang kampung yang hanya menaiki roda dua, bagaimana tidak di pandangan saya dia adalah wanita highclass yang mungkin tipe cowonya tidak serendah seperti saya. Dan semua perkiraan saya ternyata tidak benar, Eriana atau biasa dipanggil Ayu adalah wanita yang rendah hati yang mau terima semua kekurangan orang yang ada didekatnya, dan saya pun termasuk.
Pada semester 3 semua teman kelas di semester 1 dan 2 harus dipecah dan harus beradaptasi kembali pada semester 3, dan disitulah awal saya melihat ayu. saya merupakan orang yang sangat pemalu apalagi untuk mendekati wanita secantik dia memerlukan beberapa hari buat saya.
Beberapa hari berlalu ada mata kuliah yang menyatukan kita dalam kelompok dan dikelompok itu ada lima orang, termasuk saya dan ayu. Rasa senang pun pasti ada didiri saya bagaimana tidak saya sekelompok sama orang yang saya suka, pembagian kelompok tersebut lah yang membuat saya saling kenal dengan ayu. Awal saya mengenalnya yaitu pada saat pertama kali kerja kelompok bersama yaitu dikampus, dan disitu juga pertama kali saya duduk bersampingan dengannya, rasa tegang beserta malu pun saya rasakan. Dan tanpa saya duga setelah selesai kerja kelompok ayu pun meminta saya untuk bonceng ke gedung kampus yang berada dikemang karena kebutulan pada hari itu saya dan ayu ada mata kuliah disana. “Aldi gua boleh nebeng ga ?” tanya ayu, saya pun menjawab “motor gua jelek, apa lu mau?” ayu juga menjawab “walaupun motor lu sebutut gerobak gua juga tetap mau”. Beberapa menit kemudian saya menjemputnya di halte depan kampus, dan merupakan perngalaman pertama saya naik motor berdua orang yang cantik apalagi orang itu saya suka.
Setelah selesai kuliah saya pun langsung pulang kerumah, sesampai dirumah ada satu pesan dan tanpa disangka yaitu dari ayu orang yang saya suka mengucapkan terimakasih atas tumpangannya tadi kepada saya, dari situlah perkenalan kita semakin jauh dan membuat kita semakin dekat.
Di hari berikutnya saya dan ayu pun sudah semakin akrab, bahkan saya juga beberapa kali mengantarnya pulang, bahkan makan bersama. Seiring berjalannya waktu membuat ayu terbawa perasaan atau bahasa modernnya baper terhadap saya, dari memberi saya perhatian, ingin tahu tentang kehidupan saya, dan saya pun senang membuat saya merasa terbang bagaikan burung yang sedang bahagia. Tahap demi tahap saya lalui dalam mendekatinya, dan mungkin dikatakan sangat berhasil, karena ayu sudah beberapa kali memberikan lampu hijau kepada saya untuk memastikan hubungan kita agar lebih dekat. Sayapun merasa bingung dengan cara apa saya mengungkapkannya, saya belum sama sekali berpengalaman soal cinta. Dan saya pun berpikir semakin saya mengulur waktu semakin besar untuk kehilangan dia. Dan di waktu yang tepat saya mengatakan semua isi hati saya kepadanya walaupun bisa dibilang dengan cara yang sangat sangat sederhana, saya hanya mengatakan lewat pesan dari handphone. Dan tanpa berpikir panjang dia pun langsung merespon pesan saya dengan mengatakan”aku juga sayang sama kamu” dan disitulah awal kita menjalin hubungan pada tanggal 18-10-2016.
Hubungan yang saya jalani bersama ayu sampai saat berusia 2 tahun lebih beberpa hari, di hubungan ini memang beberapa kali kerap mandapatkan ujian ya mungkin lumayan berat buat kami, tapi dengan ujian tersebut justru membuat kita agar jauh lebih kuat dari sebelumnya. Dan intinya saya bahagia menjalaninya dan saya bahagia, bangga memilikinya. Dia adalah wanita yang sering memotivasi saya agar lebih maju, wanita yang mau menerima semua kekurangan saya, yang selalu menghibur saya, menemani hari hari saya. Dan saya berharap saya dapat memilikinya selamanya.

Teknologi Informasi dalam Komunikasi Bisnis

1.      KEUNTUNGAN MENGUASAI TEKNOLOGI INFORMASI

A. Dalam Bidang Sosial
1.  Kemajuan teknologi komunikasi yang cepat dapat mempermudah komunikasi antara suatu tempat dan tempat yang lain.
B. Dalam Bidang Pendidikan
1.  Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan.
2.  Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan.
3.  Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasisteleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.
4.    Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem TIK.
C. Dalam Bidang Ekonomi
1.     Semakin maraknya penggunaan TIK akan semakin membuka lapangan pekerjaan.
2.    Bisnis yang berbasis TIK atau yang biasa disebut e-commerce dapat mempermudah transaksi-traansaksi bisnis suatu perusahaan atau perorangan
3.   Dengan fasilitas pemasangan iklan di internet pada situs-situs tertentu akan mempermudah kegiatan promosi dan pemasaran suatu produk.
D. Dalam Bidang Pemerintahan
1.  Tenologi Informasi dan Komunikasi yang dikembangkan dalam pemerintahan atau yang disebut e-government membuat masyarakat semakin mudah dalam mengakses kebijakan pemerintah sehingga program yang dicanangkan pemerintah dapat berjalan dengan lancar.
2.   e-government juga dapat mendukung pengelolaan pemerintahan yang lebih efisien, dan bisa meningkatkan komunikasi antara pemerintah dengan sektor usaha dan industri.
3. Masyarakat dapat memberi masukan mengenai kebijakan-kebijakan yang dibuaat oleh pemerintah sehingga dapat memperbaiki kinerja pemerintah.

2.      PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM KOMUNIKASI BISNIS
Bagi dunia bisnis, jejaring telekomunikasi awalnya digunakan seperti halnya jejaring listrik, distribusi air, dan jejaring utilitas lain. Apa yang dulunya merupakan biaya untuk menjalankan bisnis, sekarang menjadi sumber keuntungan kompetitif. Layanan TIK sekarang digunakan oleh semua sektor ekonomik, mulai dari pertambangan dan pertanian sampai layanan finansial, manufaktur dan kepariwisataan. Jejaring privat ini hadir di semua industri global, di mana perusahaan multinasional menjadi perusahaan jejaring. Para pengguna bisnis berskala besar memiliki kebutuhan akan sistem yangcost-effective, leluasa, aman, automated, terpadu dan terandalkan. Jika para penyedia layanan lokal tidak dapat memenuhi kebutuhan ini, dengan biaya yang masuk akal, perusahaan-perusahaan besar memiliki pilihan untuk mengembangkan sendiri jejaring privat.
Perusahaan multinasional telah dapat mengkoordinasikan produksi dan marketing dengan sistem komunikasi berbasis satelit dengan kapabilitas video-conferencing, untuk tujuan mengkoordinasikan pengembangan produk dan disain manufaktur. Perusahaan-perusahaan kecil lebih terbatas kemampuannya untuk mengembangkan jejaring TIK sendiri ataupun untuk menyewa, karena besarnya biaya. Ini menjadi pilihan yang ekonomik hanya jika organisasi tersebut cukup besar untuk menimbulkan cukup trafik untuk menghasilkan penghematan. Oleh karena ini, perusahaan-perusahaan global merupakan pihak-pihak yang pertama yang mengadopsi TIK baru. Sektor-sektor yang sangat bergantung pada TIK mencakup, antara lain perusahaan-perusahaan layanan finansial.
Pada ruang lingkup yang lebih luas, sebagai contoh pada lingkungan bisnis, kehadiran teknologi informasi mulai disadari dapat menghadirkan berbagai solusi yang dapat membantu proses bisnis yang ada. Departemen TI pada sebuah perusahaan mulai dibangun dan secara konstan diminta untuk mengembangkan suatu layanan, mengembangkan suatu sistem, dan mengoptimalkan efesiensi bisnis berbasis teknologi informasi.
1.     Komunikasi Bisnis dengan Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan atau informasi diantara dua orang atau lebih dengan harapan terjadinya pengaruh yang positif atau menimbulkan efek tertentu yang diharapkan. Komunikasi adalah persepsi dan apresiasi.
Persaingan yang keras dalam dunia bisnis tentunya sangat membutuhkan suatu perusahaan yang dapat menangani akan hal  itu diberbagai situasi yang menantang. Semua bisnis tentunya juga membutuhkan semua informasi yang sangat aktual, cepat dan dapat dipercaya, yang mana bisa semua permasalahan tersebut hanya bisa diselesaikan melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi ( ICT ).
Pergerakan bisnis yang semakin cepat menuntut komunikasi (suara, data dan informasi) yang lebih lebih cepat guna mempertahankan pelanggan, pemasok, dan, bahkan, dalam menghadapi persaingan.
2.     Telepon Sebagai media Komunikasi Bisnis
Pada awalnya, komunikasi dalam dunia bisnis dilakukan dengan menggunakan suatu perangkat komunikasi yang disebut telepon, dimana dengan alat ini para pelaku bisnis dapat menyampaikan informasi dan berkomunikasi dengan pihak lain dalam rangka menjalankan bisnisnya.
3.     Internet sebagai salah satu media Komunikasi Bisnis
Pengertian Internet.Internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif.
Manfaat internet:
o    Secara umum ada banyak manfaat yang dapat diperoleh apabila seseorang mempunyai akses ke internet .Berikut ini sebagian dari apa yang tersedia di internet:
1.     Informasi untuk kehidupan pribadi :kesehatan, rekreasi, hobby, pengembangan pribadi, rohani, sosial.
2.     Informasi untuk kehidupan profesional/pekerja :sains, teknologi, perdagangan, saham, komoditas, berita bisnis, asosiasi profesi, asosiasi bisnis, berbagai forum komunikasi.
Satu hal yang paling menarik ialah keanggotaan internet tidak mengenal batas negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor faktor lain yang biasanya dapat menghambat pertukaran pikiran. Internet adalah suatu komunitas dunia yang sifatnya sangat demokratis serta memiliki kode etik yang dihormati segenap anggotanya. Manfaat internet terutama diperoleh melalui kerjasama antar pribadi atau kelompok tanpa mengenal batas jarak dan waktu.
Untuk lebih meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, sudah waktunya para profesional Indonesia memanfaatkan jaringan internet dan menjadi bagian dari masyarakat informasi dunia. Situs web perusahaan misalnya, menyediakan berbagai informasi. Banyak perusahaan dewasa ini menggunakan situs web unutk mengiklankan produk, menerima pesanan produk, meminta umpan balik pelanggan dan menerima karyawan. Mereka juga menggunakan internet untUk berkomunikasi dengan kelompok terpilih (pilihan). Salah satu penggunaan internet sebagai media komunikasi bisnis adalah dengan penggunaan email, karena email adalah sarana internet yang bisa menyajikan tulisan.
4.     E-Commerce dalam Komunikasi Bisnis
Perdagangan sebenarnya merupakan kegiatan yang dilakukan manusia sejak awal peradabannya. Sejalan dengan perkembangan manusia, cara dan sarana yang digunakan untuk berdagang senantiasa berubah. Bentuk perdagangan terbaru yang kian memudahkan penggunaannya kini adalah e-commerce. Secara umum, e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan atau perniagaan barang dan jasa dengan menggunakan media elektronik.Di dalam e-commerce, para pihak yang melakukan kegiatan perdagangan / perniagaan hanya berhubungan melalui suatu jaringan publik (public network) yang dalam perkembangan terakhir menggunakan media internet.
Sistem E-commerce dapat diklasifikasikan kedalam tiga tipe aplikasi, yaitu :
a. Electronic Markets (EMs), yaitu sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan atau menyajikan penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang ditawarkan. Dalam pengertian lain, EMs adalah sebuah sistem informasi antar organisasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi tentang harga dan produk yang ditawarkan.
b. Elektronic Data Interchange (EDI), adalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data transaksi-transaksi regular yang berulang dalam jumlah besar antara organisasi-organisasi komersial. Secara formal, EDI didefinisikan oleh International Data Exchabge Association (IDEA) sebagai “transfer data terstruktur dengan format standard yang telah disepakati, yang dilakukan dari satu sistem komputer ke sistem komputer lain dengan menggunakan media elektronik”. EDI sangat luas penggunaaanya, biasanya digunakan oleh kelompok retail besar, ketika melakukan transaksi bisnis dengan para supplier mereka. EDI memiliki standarisasi pengkodean transaksi perdagangan, sehingga organisasi komersial tersebut dapat berkomunikasi secara langsung dari satu sistem komputer ke sistem komputer yang lain, tanpa memerlukan hardcopy atau faktur, sehingga terhindar dari penundaan, kesalahan yang tidak disengaja dalam penanganan berkas dan intervensi dari manusia.
c. Internet Commerce, adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk aktivitas perdagangan. Kegiatan komersial ini, seperti iklan dalam penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet, antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirimkan melalui pos atau sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual.
5. Peran IT dalam Bisnis
Teknologi informasi saat ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Masyarakat mengenal dan merasakan langsung manfaat dari perkembangan teknologi informasi pada kehidupannya. Bisnis adalah salah satu bagian hidup masyarakat yang sangat terpengaruh perubahan teknologi informasi. Teknologi informasi menjadi sangat penting dan berpengaruh terhadap perkembangan suatu industri dalam bisnis. Contoh dari teknologi informasi yang sangat memperngaruhi bisnis adalah penggunaan internet, komputer, telekomunikasi, satelit, dsb. Teknologi informasi membuat pekerja dalam suatu industri dapat berkomunikasi dan menyelesaikan pekerjaanya tanpa harus bertatap muka sehingga perusahaan dapat mencapai hasil yang produktif dangan cara yang lebih efisien. Dalam perkembangan dunia bisnis saat ini, perusahaan dapat tertinggal dari pesaingnya apabila tidak menguasai atau menerapkan teknologi informasi dalam industrinya.
Perusahaan harus mengeluarkan modal yang tidak kecil untuk menerapkan teknologi informasi di perusahaannya. Tetapi karena saat ini penggunaan teknologi informasi dapat menjadi salah satu parameterkeunggulan suatu perusahaan, harga yang dibayar tersebut memilikiopportunity cost yang sebanding. Namun bagi sebagian perusahaan menganggap bahwa penggunaan teknologi informasi terhadap perkembangan bisnis suatu perusahaan itu tidaklah penting, melainkan manajemennya yang harus dibenahi. Teknologi informasi juga dapat digunakan untuk membantu kinerja perusahaan dalam meningkatkan kecepatan integrasi pengetahuan dan aplikasinya dengan mengumpulkan atau mengotomatiskan kegiatan-kegiatan rutin organisasi, sehingga meringankan kerja para karyawan. Maka, seiring dengan bertambahnya nilai perusahaan, perusahaan menggunakan teknologi informasi baik internet, seperti email, dan papan buletin elektronik, intranets, database, sistem manajemen data elektronik dan juga sistem manajemen pengetahuan untuk meningkatkan sharingpengetahuan di antara para karyawannya.
Pada beberapa perusahaan, segala informasi dan pengetahuan dikodifikasi dan dikumpulkan dalam database sehingga mudah diakses dan digunakan oleh siapapun di dalam perusahaan.Dalam bagian pergudangan dan produksi, teknologi informasi dapat digunakan untuk mengontrol jumlah barang yang dihasilkan dan jumlah barang yang keluar, sehingga ddata yang ada dapat lebih mudah diakses dan teliti.
Dalam bidang pemasaran teknologi informasi ini sangat dibutuhkan untuk kegiatan pemasaran. Kegiatan pemasaran yang memanfaatkan teknologi informasi seperti promosi produk via internet, penjualan barang secara online, dan penyedia jasacustomer serviceonline. Contohnya adalah perusahaan Amazon yang menjual buku dengan pemesanan online. Perusahaan ini menggunakan aplikasi Costumerrelationship management(CRM), sehingga perusahaan ini memiliki keunggulan kompetitif dari pesaingnya. Aplikasi tersebut dapat menbantu mengelola hubungan perusahaan dengan pelanggannya, sehingga perusahaan tersebut lebih kompetitif dibanding pesaingnya. Hal ini akhirnya berpengaruh pada kinerja perusahaan yang lebih efektif dan efisien. Di Indonesia saat ini sudah banyak situs-situs yang menjual barangnya secara online dan menyediakan costumer servicesecara online pula. Umumnya perusahaan yang berkembang dan memfokuskan diri pada pelanggan akan lebih peka terhadap perubahan teknologi informasi.
Dalam bidang manajemen karyawan, teknologi informasi mempermudah manajer untuk mencari informasi tentang karyawannya. Pemberian gaji karyawan juga lebih mudah karena bisa langsung dikirim lewat rekening. Manager dapat mengadakan pertemuan atau rapat sewaktu-waktu tanpa harus bertemu secara langsung contohnya dengan video converence. Pengiriman proposal atau tugas dari karyawan ke manajer menjadi lebih mudah dengan memanfaatkan email sebagai sarana pengirim pesan. Manajemen keuangan juga menjadi lebih mudah untuk dikontrol. Dengan menggunakan software untuk keuangan dan akuntansi pencatatan arus keluar masuk uang lebih mudah terkontrol dan mudah untuk di akses serta lebih efisien. Pencatatan keuangan juga lebih praktis karena tidak membutuhkan buku untuk pencatatan secara manual.
Tidak salah lagi jika pada saat ini peran perkembangan teknologi informasi tidak dapat dipisahkan dari dunia bisnis. Perkembangan teknologi informasi dapat memberikan berbagai kemudahan dalam menjalankan aktivitas bisnis. Namun selain memberikan kemudahan, teknologi informasi dapat disalah gunakan untuk hal yang kurang baik. Oleh karena itu dalam penggunaannya harus dilakukan secara bijak tanpa harus merugikan orang lain.

3.      PENGARUH MEMANFAATAN TI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN BISNIS
Membuat keputusan (decision making) adalah suatu proses memilih alternatif tertentu dari beberapa alternatif yang ada. Jadi, membuat keputusan adalah suatu proses memilih antara berbagai macam cara untuk melaksanakan pekerjaan. Semakin berpengalaman dalam pengambilan keputusan, semakin besar pula kepercayaan diri yang akan semakin berorientasi pula pada suatu tindakan. Jika seorang wirausaha mampu mengambil suatu keputusan dalam batas-batas waktu yang masuk akal, mungkin ia mampu mengambil suatu keputusan yang menguntungkan sehingga sewaktu-waktu muncul peluang-peluang bisnis.
Di sini seorang Wirausaha harus cepat mengambil suatu keputusan agar dapat menggunakan kesempatan sebaik-baiknya. Wirausaha yang ingin maju dalam bisnisnya, harus dapat memutar akal dengan mengandalkan intuisi, ide-ide yang penuh kreatif dan inovatif. Mereka juga harus memandang persoalan dalam konteks yang lebih luas, sambil mengingat bahwa keputusan-keputusan utama akan mempunyai akibat-akibat jangka panjang atas operasi bisnisnya. Seorang wirausaha diharapkan lebih aktif dalam dan lebih kreatif, karena ia harus membuat keputusan (decision making) tanpa bantuan data-data kuantitatif (data berbentuk angka-angka) atau dukungan staf yang berpengalaman.
Keberhasilan seorang Wirausaha di dalam bisnis, tergantung pada kemampuan membuat keputusan yang meningkatkan keuntungan bisnisnya pada masa yang akan datang. Kemampuan membuat keputusan dapat diperoleh dari pengalamannya selama bertahun-tahun. Akan tetapi, dalam prakteknya pasti ada saja kesalahan-kesalahan, yang harus cepat disadari dan diambil tindakan pembetulannya.
Dalam perusahaan besar, biasanya pembuatan dan pengambilan keputusan itu didasarkan atas dasar data-data dan dokumentasi perusahaan yang terdapat dalam survei, laporan usaha, dan sebagainya. Informasi ini biasanya telah dihimpun dengan cara yang sudah ditentukan, sesuai dengan teknik-teknik pemecahan masalah.
Adapun pedoman untuk membuat keputusan, kuncinya adalah sebagai berikut:
1.     Terlebih dahulu, tentukan fakta-fakta dari persoalan yang sudah dikenal.
2.     Identifikasi, bidang manakah dari persoalan-persoalan yang tidak berdasarkan fakta-fakta. Di bidang yang dikenal inilah, seorang Wirausaha harus menggunakan logika, penalaran, dan institusinya untuk membuat keputusan.
3.     Keberanian dan antusiasme sangat diperlukan dalam menerapkan sebuah keputusan
4.     Bersedia untuk mengambil tindakan agresif dalam menerapkan sebuah keputusan.
5.     Ambillah risiko yang sedang-sedang saja jika terdapat ketidakpastian yang besar
6.     Dalam keadaan tertentu, mungkin lebih baik untuk meneruskan sesuatu yang telah berhasil pada masa lampau.
7.     Jauhilah keputusan-keputusan yang akan mengubah secara drastis susunan organisasi yang sekarang.
8.     Keputusan perlu diuji cobakan dahulu.
Seorang Wirausaha harus memulai menerapkan keputusan, semua keragu-raguan dan ketidakpastian haruslah dibuang jauh-jauh. Jika anda dihadapkan pada alternatif harus memilih, maka buatlah pertimbangan-pertimbangan yang matang. Kumpulkan berbagai informasi dan boleh meminta pendapat orang lain. Setelah itu, ambil keputusan dan jangan ragu-ragu. Dengan berbagai alternatif yang ada dalam pikiran, para Wirausaha akan dapat mengambil keputusan yang terbaik. Banyak factor yang dapat mempengaruhi pembuatan keputusan (decision making), diantaranya motivasi, persepsi, dan proses belajar.
Dalam proses pembuatan keputusan, kenyatannya ada Wirausaha yang mampu mengambil keputusan berdasarkan pengalaman, dan ada pula Wirausaha yang berperilaku membuat keputusan secara otomatis. Jika keputusan diambil berdasarkan pada pengalaman masa lalu, hendaknnya tergantung juga pada tempat, waktu, pendidikan Wirausaha, dan sebagainya.
o    Seorang Wirausaha yang kreatif adalah yang pandai mengambil keputusan- keputusan yang tepat dalam bisnisnya.
o    Seorang Wirausaha suksesnya tergantung pada kemampuan mengambil keputusan yang meningkatkan kemampuan meningkatkan laba bisnis pada masa mendatang.
o    Seorang wirausaha yang ingin maju sangat tergantung pada ekspentasi masa depan dan keberlanjutan bisnisnya.
Faktor dan pertimbangan membuat keputusan
Dalam mengelola bisnisnya, para worausaha harus membuatkeputusan akhir dengan memperhatikan faktor-faktor dan pertimbangan berikut:
o    Ukuran dan kompleksitas bisnis.
o    Harapan mengenai pertumbuhan dan perkembangan bisnis.
o    Fasilitas jasa yang tersedia di daerah untuk berbagai instalasi sistem.
o    Kualitas dan kuantitas dari staf yang tersedia untuk pelbagai jenis system dan fasilitas latihan yang tersedia.
o    Jumlah transaksi yang harus diproses.
o    Faktor-faktor keuangan.


Senin, 09 Oktober 2017

cerpen (SYIRIK)


Hari itu pada tahun 2013 atau 4 tahun yang lalu, Bapak saya dan kakak saya menjalankan aktivitas seperti biasa, dan pada saat itu saya masih SMA. Tepat pukul 2 siang saya selesai sekolah dan bergegas pulang ke rumah. Sesampai dirumah saya melihat keramaian disekitar rumah tetangga saya, dan menanyakan kepada ibu saya “ apa yang terjadi bu ?” ibu saya pun terlihat sedih untuk menjawabnya, dengan menjawab “bapak telah difitnah” sekejap saya terkejut mendengarnya.
Bapak pun akhirnya pulang dengan wajah yang kelihatan lelah karena bekerja seharian. sesampai dirumah bapak pun bingung apa yang terjadi, dan berselang beberapa menit seorang paranormal atau disini biasa dipanggil (dukun) menghampiri rumah saya dengan wajah yang marah, “dimana junaedi”  cakap dukun tersebut, bapak pun dengan rasa tidak takut keluar rumah dan menghampirinya “ ada apa ? siapa kamu?” ungkap bapak, seolah kesal dukun tersebut mengeluarkan kalimat yang tidak wajar “didalam rumah ini banyak dedemit, ikut saya pak cepat “ ungkap dukun dengan tegas. Bapak pun akhirnya menuruti kemauannya. Sesampai disana memang banyak sekali warga yang berdatangan untuk melihat apa yang terjadi, bapak pun akhirnya semakin bingung karena didalam rumah tetangga saya tersebut terdapat seorang wanita yang sedang kerasukan. Dan disitulah semua masalah diungkap melalui wanita yang dirasuki setan tersebut, dan dia melontarkan kalimat “kamu yang telah membunuh bapak saya” . Bapak pun hanya terdiam dan mengucapkan “astagfirullohalazim”. Wanita itupun terlihat kesal “kamu telah membunuh bapak melalui perantara paranormal” ungkap wanita tersebut. Bapak pun dengan tegas menyampaikan “ saya berani sumpah Al-quran disini dan disaksikan banyak warga disini” wanita itu pun hanya tertawa dan langsung mengatakan “akan ku bawa anakmu yang paling bungsu” bapak pun marah dan mengatakan “ silahkan ambil kalau bisa!!!. Ibu dan keluarga bapak lainnya pun hanya sedih tidak bisa menyampaikan kata-kata, dan merenungi”yaAllah masih ada manusia sejahat itu” ungkap nenek orang tua dari ibu. Dan pada akhirnya bapak pun tidak peduli dengan masalah itu dan memilih untuk pulang kerumah dan istirahat.
Seminggu setelah masalah tersebut bapak pun sering merasa tidak enak badan, karena hanya meriang biasa bapak pun tidak peduli dengan penyakitnya tersebut. Pada akhirnya berselang beberapa hari penyakit semakin parah, dan langsung dilarikan kerumah sakit terdekat. Beberapa hari dirumah sakit bapak pun merasa lebih sehat dan akhirnya dipulangkan untuk kembali kerumah.
Sampainya dirumah bapak merasa tidak enak badan lagi dan dia pun hanya diam karena tidak mau yang lain khawatir. Malam hari pun tiba bapak, ibu dan adik saya paling kecil tidur dikamar, dan saya bersama kakak saya tidur diruang tengah untuk berjaga takut terjadi apa apa dengan bapak. Pada saat jam 1 terdengar sekali suara batu kerikil, seperti ada orang yang yang melempari keatap rumah, dan saya pun menghiraukannya. berselang beberapa menit bapak saya terbangun untuk buang air kecil, dan anehnya dia buang air diluar rumah sambil menendang nendang dan mengatakan “ sana pergi sana “ ibu pun sontak bertanya “ada apa pak ?” bapak menjawab “itu bu ada anak kecil pegangin kaki bapak” saya dan kakak saya pun merasa takut dan merasa aneh setelah kejadian itu.
Setelah beberapa hari kondisi bapak pun semakin parah, dia terlihat sangat pucat dan lemas. Kami sebagai keluarga pun bergegas untuk memawanya kerumah sakit yang lebih bagus dari sebelumnya. Sehari dua hari berada dirumah sakit kondisi bapak masih dibilang lumayan, dan beberapa hari berikutnya saya merasa itu bukan seperti bapak, dia memang masih mengenal keluarganya, tetapi ucapan yang dilontarkannya bener-bener ngelantur, beberapa kali mencabut jarum infus samapi bercucur darah. Dan yang bikin bingung keluarga kami, dokter tidak tahu pasti penyakit yang di deritanya.
Beberapa hari menginap dirumah sakit akhirnya saya pulang karena harus menjalankan aktifitas saya sebagai siswa SMA. Sesampai dirumah banyak omongan warga yang tidak nyaman didengar tentang rumah saya dan keluarga “ saya mendengar ada orang menangis didalam kamar itu” ungkap tetangga saya, sebagai remaja yang masih berumur 16 tahun saya pun ikut merasa takut, dan saya pun memberanikan diri untuk berisitirahat sejenak karena siang nanti saya harus sekolah. Pada saat saya terlelap sekitar masih pagi pukul 08.00 saya tidur tapi tidak merasa tidur, saya merasa kaki saya seperti ada yang angkat dan pada akhirnya dijatuhkan dan saya bangun, sontak saya merasa kaget dan takut.
Beberapa jam kemudian saya selesai sekolah dan pulang kerumah, sesampai disana saya mengajak teman – teman sekitar saya untuk menemani saya tidur malam itu dan bersyukur teman – teman saya pun mau tanpa dipaksa. Malam hari itu sekitar pukul 11.00 saya dan teman-teman duduk diluar rumah sambil berdiskusi soal penyakit apa sebenernya yang diderita bapak saya, dan pada malam itu salah satu dari kami pergi kesamping rumah dan sontak membuat kami kaget dia berteriak “pocong3X” kami pun berlarian dihalaman rumah, dan akhirnya tidur dirumah nenek dari ibu saya.
Singkat cerita beberapa minggu kemudian bapak saya dipindahkan kerumah sakit yang lebih baik dan disana dia berbaring diruangan isu, “sedih melihat seorang laki-laki tinggi besar gagah terbaring tidak berdaya, kami semua menyayangimu pak “ ungkap ibu.
Utadz, kyai dan orang pinter berdatangan untuk mengobati bapak saya dan hasilnya pun nihil. Saya pun dan keluarga sudah mulai frustasi dan hanya bisa pasrah dan berharap kepada Allah SWT.
Bapak pun mengalami koma, kami sekeluarga memasuki ruangan tersebut dengan bercucuran air mata sambil membaca yasin, dan menciumi keningnya, menggosok air matanya yg menangis itu. Dan pada akhirnya atau keesokan harinya bapak telah meninggalkan kami, kami dan keluarga hanya bisa sabar dan mengikhlaskannya. Air mata pun tak terbendung saat dia ditanam kedalam kubur “yaAllah lapangkanlah kuburannya, ampunilah dosanya, terimalah amalnya” doa kami.
Beberapa hari kepergian bapak rumah kami seperti biasanya dan tidak ada yang menggagu lagi, karena tujuan mereka sudah terpenuhi. Dari syiriknya keluarga mereka terhadap kami membuat mereka buta akan dosa.
“Perbuatan fitnah lebih berbahaya dari pada pembunuhan karena boleh menyebabkan masyarakat hilang rasa kasih sayang dan mencetuskan permusuhan. Dan fitnah itu lebih besar dosanya dari pada membunuh” (Al-Baqarah : 27)




MAKALAH KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

KOMUNIKASI BISNIS


Dosen : Vely Randyantini
Disusun oleh : Kelompok
Kelas : 4EA36

*    Andita Chindy Meylinda
*    Anas Abdurrahman
*    Ananda Syafira
*    Eriana Fajar Ayu
*    Intan Fajarwati
*    M. Aldi Rizaldi
*    Hajat Rizqi
*    Hansen Parulian
*    Risa Anindita
*    Samuel Chandra
*    Suci Ariyanti
*    Vivi Anika







KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan tanda rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI. Makalah  ini disusun sebagai salah satu tugas dari Teori Organisasi Umum.

Penulis menyadari bahwa didalam penyelesaian makalh ini masih terdapat banyak kekurangan yang disebabkan oleh keterbatasan data dan kemampuan penulis yang masih dalam tahap belajar. Untuk itu penulis sangat menghargai setiap saran dan kritik untuk perbaikan dan pengembangan makalah ini.

Akhir kata, penulis berharap semoga makalah ini dapat berguna untuk mahasiswa/i Universitas  Gunadarma pada khususnya dan pihak yang akan menggunakan makalah ini untuk berbagai hal pada umumnya, dan sekaligus dapat bermanfaat untuk mahasiswa/i Universitas Gunadarma.


























BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Manusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukan orang lain dan membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi. Hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi sosial dengan sesama dalam kelompok dan masyarakat. Di dalam kelompok ataupun organisasi selalu terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah penting untuk kelangsungan hidup kelompok yang terdiri dari atasan dan bawahannya.
Komunikasi tidak hanya penting untuk manusia tetapi juga penting untuk sistem pengendalian manajemen yang merupakan alat untuk  mengarahkan, memotivasi, memonitor atau mengamati serta evaluasi pelaksanaan manajemen perusahaan yang mencoba mengarahkan pada tujuan organisasi dalam perusahaan agar kinerja yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan dapat berjalan lebih efesien dan lancar, yang dimonitor atau yang diatur dalam sistem pengendalian manajemen adalah kinerja dari perilaku manajer di dalam mengelola perusahaan.
Merchant (1998) mengatakan bahwa orientasi perilaku berhubungan dalam lingkungan pengendalian manajemen. Perilaku berpengaruh dalam desain sistem pengendalian manajemen untuk membantumengendalikan, memotivasi manajemen dalam mengambil keputusan dan memonitor perilaku yang dapat mengendalikan aktivitas-aktivitas yang terjadi dalam sebuah organisasi. Sistem pengendalian manajemen adalah sejumlah struktur komunikasi yang saling berhubungan yang mengklasifikasikan proses informasi yang dapat membantu manajer dalam mengkoordinasi bagiannya untuk mengubah perilaku dalam pencapaian tujuan organisasi yang diharapkan pada dasar yang berkesinambungan (Maciarriello dan Kirby, 1994).














BAB II
PEMBAHASAN

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

Pengertian Komunikasi Dalam Organisasi

Komunikasi adalah Suatu proses penyampaian pesan atau informasi dari suatu pihak ke pihak yang lain dengan tujuan tercapai persepsi atau pengertian yang sama. Komunikasi dalam organisasi sangat penting karena dengan adanya komunikasi maka seseorang bisa berhubungan dengan orang lain dan saling bertukar pikiran yang bisa menambah wawasan seseorang dalam bekerja atau menjalani kehidupan sehari-hari. Maka untuk membina hubungan kerja antar pegawai maupun antar atasan bawahan perlulah membicarakan komunikasi secara lebih terperinci.
Dalam menyalurkan solusi dan ide melalui komunikasi harus ada si pengirim berita (sender) maupun si penerima berita(receiver). Solusi-solusi yang diberikan pun tidak diambil seenaknya saja, tetapi ada penyaringan dan seleksi, manakah solusi yang terbaik yang akan diambil, dan yang akan dilaksanakan oleh organisasi tersebut agar mencapai tujuan, serta visi, misi suatu organisasi.

       I.            POLA KOMUNIKASI BISNIS

Secara umum pola kumunikasi (patterns of communication) dibedakan menjadi 2 saluran (Purwanto,2006:40-45), yaitu:

a.       Saluran Komunikasi Formal
Dalam struktur organisasi, garis, fungsional, maupun matriks, akan tampak berbagai macam posisi atau kedudukan masing-masing sesuai dengan batas tanggung jawab dan wewenangnya. Dalam kaitannya dengan proses penyampaian informasi dari manajer kepada bawahan, pola transformasi informasinya dapat berbentuk 4 pola yaitu:

1)      Komunikasi dari atas ke bawah
Komunikasi dari atas ke bawah (top-down)merupakan jalur komunikasi yang berasal dari atas (manajer) ke bawah (karyawan) merupakan penyampaian pesan yang dapat berbentuk perintah, instruksi, maupun prosedur untuk dijalankan para bawahan dengan sebaik-baiknya. Menurut Katz dan Kahn, komunikasi ke bawah mempunyai 5 tujuan pokok yaitu:
o   Memberikan pengarahan atau instruksi kerja tertentu,
o   Memberikan informasi kenapa pekerjaan itu harus dilaksanakan,
o   Memberikan informasi tentang prosedur dan praktik organisasional,
o   Memberikan umpan balik pelaksanaan kerja kepada para karyawan,
o   Menyajikan informasi mengenai aspek ideologi dalam membantu organisasi menanamkan pengertian tentang tujuan yang ingin dicapai.

2)      Komunikasi dari bawah ke atas
Atau disebut buttom-up communicatin berarti alur pesan yang disampaikan berasal dari bawah (karyawan) menuju ke atas (manajer). Pesan mula-mula berasal dari para karyawan yang selanjutnya disampaikan ke jalur yang lebih tinggi.

3)      Komunikasi Horizontal
Atau horizontal communication atau sering disebut komunikasi lateral (lateral communication) adalah komunikasi yang terjadi antara bagian-bagian yang memiliki posisi sejajar atau sederajat dalam suatu organisasi. Tujuan komunikasi horizontal antara lain untuk melakukan persuasi, mempengaruhi, dan memberikan informasi kepada bagian atau departemen yang memiliki kedudukan sejajar.

4)      Komunikasi Diagonal
Atau diagonal communication melibatkan komunikasi antara dua tingkat (level) organisasi yang berbeda. Contohnya adalah komunikasi formal antara manager pemasaran dengan bagian pabrik, antara manager produksi dengan bagian promosi, antara manager produksi dengan bagian akuntansi dan lain sebagainya.

b.      Saluran Komunikasi Informal
Dalam jaringan komunikasi informal, orang-orang yang ada dalam suatu organisasi, tanpa mempedulikan jenjang hierarki, pangkat, dan kedudukan atau jabatan, dapat berkomunikasi secara luas. Meskipun hal-hal yang mereka perbincangkan biasanya bersifat umum, seperti mengobrol tentang humor yang baru di dengar, keluarga, anak-anak, dunia olahraga, musik, acara film, dan sinetron tv, dan kadang kala mereka juga membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan situasi kerja yang ada dalam organisasinya.



    II.            MENGELOLA KOMUNIKASI BISNIS

Ada 2 hal yang perlu diperhatikan dalam mengelola komunikasi, yaitu :

1.      Penanganan pesan-pesan yang bersifat rutin
Untuk dapat memaksimalkan manfaat dan meminimalkan biaya, seorang manajer perlu memperhatikan hal berikut ini:
·         Mengurangi jumlah pesan
·         Instruksi yang jelas
·         Mendelegasikan tanggung jawab
·         Melatih petugas

2.      Penanganan Krisis Komunikasi
Cara penanganan krisis di suatu perusahaan tentu berbeda dengan perusahaan lain. Namun, munculnya krisis dalam suatu perusahaan dapat mempunyai pengaruh terhadap masa depan produk maupun reputasi perusahaan bersangkutan. Dalam kaitannya dengan krisis komunikasi tersebut, ada 2 falsafah  dalam komunikasi yaitu:
1)      Bersikap diam, tidak mengatakan sesuatu, atau
2)      Katakan apa yang terjadi dan segera
Namun, beberapa ahli hubungan masyarakat (public relation) menyarankan agar perusahaan menangkis rumor yang beredar dalam masyarakat dengan cara menjelaskan dengan cara apa yang menjadi masalahnya secara terbuka tanpa ditutup-tutupi kepada public (masyarakat umum) dan karyawan-karyawannya. Pada saat yang sama, perusahaan harus mencari sumber masalahnya dan berusaha mengendalikannya. Satu hal yang paling penting dalam menangani setiap kasus adalah mengusahakan agar pikiran tetap dalam kondisi tenag, kalem, dan tidak gegabah. Tenang dalam artian bahwa penanganan suatu kasus perlu pemikiran jernih dan tidak dalam kondisi emosional. Suatu tanggapan yang rasional akan membantu memberikan inspirasi untuk mempertinggi rasa percaya diri.

Dalam situasi krisis ekonomi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan seperti:
1.      Siapkan tim yang terampil atau cekatan dalam penanganan krisis
2.      Usahakan agar manajemen puncak segera bertindak pada saat krisis terjadi
3.      Ciptakan sebuah pusat informasi sebagai representasi perusahaan yang dilengkapi dengan berbagai peralatan elektronik komunikasi
4.      Ceritakan suatu kejadian secara menyeluruh, terbuka, dan jujur. Jika memang ada yang salah segera mohon maaf
5.      Tunjukkan keseriusahan perusahaan, bukan saja dalam pernyataan tetapi dalam wujud nyata.

 III.            MASALAH KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

Fakor hambatan yang biasanya terjadi dalam proses komunikasi dapat dibagi dalam 3 jenis, yaitu:

1.      Hambatan Teknis
Hambatan ini timbul karena lingkungan dan memberikan dampak pencegahan terhadap kelancaran pengiriman dan penerimaan pesan. Dari sisi teknologi, keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi, akan semakin berkurang dengan adanya temuan baru di bidang teknologi komunikasi dan sistem informasi, sehingga saluran komunikasi dan media komunikasi dapat diandalkan serta lebih efisien.

2.      Hambatan Semantik
Gangguan ini menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau ide secara efektif. Definisi semantik disini adalah studi atas pengertian yang diungkapkan lewat bahasa. Suatu pesan yang kurang jelas akan tetap menjadi tidak jelas bagaimanapun baiknya transmisi. Untuk menghindari mis-komunikasi semacam ini, seorang komunikator harus memilih kata-kata yang tepat dan sesuai dengan karakteristik komunikannya, serta melihat dan mempertimbangkan kemungkinan penafsiran yang berbeda terhadap kata-kata yang digunakannya.

3.      Hambatan Manusiawi
Hambatan ini muncul dari masalah-masalah pribadi yang dihadapi oleh orang-orang yang terlibat dalam komunikasi, baik komunikator maupun komunikan. Menurut Cruden dan Sherman, hambatan ini mencakup:
·         Hambatan yang berasal dari perbedaan individual manusia, seperti perbedaan persepsi, umur, keadaan emosi, status, keterampilan mendengarkan , pencarian informasi, dan penyaringan informasi.
·         Hambatan yang ditimbulkan oleh iklim psikologis dalam organisasi atau lingkungan sosial dan budaya, seperti suasana dan iklim kerja serta tata nilai yang dianut. Ditinjau dari aspek bisnis, organisasi adalah sarana manajemen (dilihat dari aspek kegiatannya). Korelasi antara Ilmu Komunikasi dengan Organisasi terletak pada peninjauannya yang berfokus kepada manusia-manusia yang terlibat dalam mencapai tujuan organisasi.
Dalam lingkup organisasi tujuan utama komunikasi adalah memperbaiki organisasi, yang ditafsirkan sebagai upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan manajemen. Komunikasi organisasi terjadi setiap saat dan dapat didefinisikan sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan diantara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi. Suatu organisasi terdiri dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarchies anatara satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan. Komunikasi bisnis adalah proses pertukaran pesan atau informasi untuk mencapai efektivitas dan efisiensi produk kerja di dalam struktur (jenjang/level) dan sistem organisasi yang kondusif. Dalam kegiatan organisasi bisnis, pesan hendaknya tidak hanya sekedar informatif, yaitu agar pihak lain mengerti dan tahu, tetapi juga haruslah persuasif, agarpihak lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan atau melakukan suatu perbuatan atau kegiatan.
Dalam proses komunikasi, semua pesan atau informasi yang dikirim akan diterima dengan berbagai perbedaan oleh penerima pesan/informasi , baik karena perbedaan latar belakang, persepsi, budaya maupun hal lainnya. Untuk itu, suatu pesan atau informasi yang disampaikan hendaknya memenuhi 7 syarat atau dikenal juga dengan 7 C, yaitu :

1.      Completeness (Lengkap)
Suatu pesan atau informasi dapat dikatakan lengkap, bila berisi semua materi yang diperlukan agar penerima pesan dapatmemberikan tanggapan yang sesuai dengan harapan pengirim pesan.
2.      Conciseness (Singkat)
Suatu pesan dikatakan concise bila dapat mengutarakan gagasannya dalam jumlah kata sekecil mungkin (singkat, padat tetapi jelas) tanpa mengurangi makna, namun tetep menonjolkan gagasannya.
3.      Consideration (Pertimbangan)
Penyampaian pesan hendaknya menerapkan empati dengan pertimbangan dan mengutamakan penerima pesan.
4.      Concreteness (Konkrit)
Penyampaian pesan hendaknya disampaikan dengan bahasa yang gamblang, pasti, dan jelas
5.      Clarity (Kejelasan)
Pesan hendaknya disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan mudah diinterpretasikan serta memiliki makna yang jelas.
6.      Courtessy (Kesopanan)
Pesan disampaikan dengan gaya bahasa dan nada yang sopan, akan memupuk hubungan baikdalam komunikasi bisnis.
7.      Correctness (Ketelitian)
Pesan hendaknya dibuat dengan teliti dan menggunakan tata bahasa, tanda baca, dan ejaan yang benar (formal atau resmi).

 IV.            SOLUSI DARI MASALAH KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

Beberapa solusi yang dapat ditawarkan dalam mengatasi kendala-kendala yang muncul dalam proses komunikasi organisasiantara lain.

A.    HUBUNGAN ANTAR PESONA

Menciptakan hubungan intim yang dimiliki dengan orang-orang lain dalam tingkat pribadi, antar teman, sesame sebaya ataupun dengan atasan, biasanya disebut hubungan antar pesona. Suatu analisis khusus tentang hubungan antar pesona menyatakan bahwa kita akan berhasil menciptakan komunikasi dalam organisasi bila melakukan hal-hal berikut :
·         Menjaga kontak pribadi yang akrab tanpa menumbuhkan perasaan bermusuhan.
·         Menetapkan dan menegaskan identitas kita dalam hubungan dengan orang lain tanpa membesar-besarkan ketidaksepakatan.
·         Menyampaikan informasi kepada orang lain tanpa menimbulkan kebingungan kesalahpahaman, penyimpangan,atau perubahan lainnya yang disengaja.
·         Terlibat dalam pemecahan masalah yang terbuka tanpa menimbulkan sikap bertahan atau mengehentikan proses.
·         Membantu orang-orang lainnya untuk mengembangkan gaya hubungan persona dan antar pesona yang efektif.
·         Ikut serta dalam interaksi social informal tanpa terlibat dalam muslihat.

Hubungan antar persona cenderung menjadi lebih baik bila kedua belah pihak melakukan hal-hal berikut yaitu menyampaikan perasaan secara langsung dan dengan cara yang hangat dan ekspresif, menyampaikan apa yang terjadi dalam lingkungan pribadi mereka melaluli penyingkapan diri, menympaikan pemahaman yang positif, hangat kepada satu sama lainnya dengan memberikan respons-respons yang relevan dan enuh pengertian, bersikap tulus kepada satu sama lain dengan menunjukan sikap menerima secara verbal maupun non verbal, selalu menyampaikan pandangan positif tanpa syarat terhadap satu sama lainnya dalam perbincangan yang yang tidakmenghakimi dan ramah, berterus-terang mengapa menjadi sulit atau bahkan mustahil untuk sepakat satu sama lainnya dalam perbincangan yang tidak menghakimi, cermat,jujur, dan membangun.

B.     HUBUNGAN POSISIONAL

Hubungan posisional ditentukan dengan pendekatan struktur dan tugas tugas fungsional anggota organisasi. menurut koontz dan o’donnel ( 1968 ) untuk mengatasi kesalahan umum yang merintangi kinerja efektif dan efisien individu dalam organisasi yang disebabkan ketidaklancaran proses komunikasi di organisasi adalah:
a.       Merencanakan penempatan/ pengaturan jabatan secara benar
Sebagian dari kegagalan untuk merencanakan dengan benar lebih banyak terletak pada pengaturan orang-orang dari jabatan yang diberikan dari atasan sehingga pada akhirnya terjadi kegagalan dalam komunikasi horizontal dan vertical yang ada dalam organisasi
b.      Berusaha menjernihkan hubungan
Kegagalan untuk menjernihkan hubungan organisasi menimbulkan kecemburuan , percekcokan ketidakamanan, ketidak efisienan dan pelepasan tanggung jawab lebih banyak dari kesalahan lainnya dalam pengorganisasian
c.       Hubungan berurutan
Informasi disampaikan keseluruh organisasi formal oleh suatu peroses : dalam peruses ini orang puncak hierarki mengirimkan pesan : kepada orang kedua yang kemudian mengirimkannya lagi kepada orang ketiga.


















BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Pada dasarnya komunikasi sangat diperlukan didalam kehidupan sehari-hari dalam aspek apapun, baik itu dalam kegiatan berorganisasi atau dalam kehidupan sehari-hari, dalam kegiatan berorganisasi, komunikasi diperlukan dengan tujuan agar sebuah system atau komunikasi yang ada bisa terjalin dengan sempurna dan lebih baik.
Komunikasi dirumuskan sebagai suatu proses penyampaian pesan/informasi diantara beberapa orang.Karenanya komunikasi melibatkan seorang pengirim, pesan/informasi saluran dan penerima pesan yang mungkin juga memberikan umpan balik kepada pengirim untuk menyatakan bahwa pesan telah diterima.
Komunikasi sangat penting dalam kehidupan manusia adalah makhluk social yang saling membutuhkan antara satu dengan yang lain. Dalam berkomunikasi seseorang harus memiliki dasar yang akan menjadi patokan seseorang tersebut dalam berkomunikasi. Dalam proses kita juga harus ingat bahwa terdapat banyak hambatan-hambatan dalam berkomunikasi.
Tujuan komunikasi adalah berhubungan dan mengajak dengan orang lain untuk mengerti apa yang kita sampaikan dalam mencapai tujuan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan dalam bekerja sama dengan orang lain. Ada dua jenis komunikasi, yaitu verbal dan nonverbal, komunikasi verbal atau tertulis dan komunikasi nonverbal atau bahasa (gerak tubuh). Komunikasi dua arah terjadi bila pengiriman pesan dilakukan san mendapatkan umpan balik. Seseorang dalam berkomunikasi pasti dapat merasakan timbale balik antara pemberi informasi serta penerima informasi sehingga terciptanya suatu hubungan yang mutualisme antara keduanya.

SARAN

Dengan disusunnya makalah ini, maka pembaca atau mahasiswa dapat mengerti dan memahami pentingnya arti komunikasi dalam organisasi, didalam kehidupan berorganisasi atau dikehidupan sehri-hari yang membutuhkan komunikasi.









DAFTAR PUSTAKA