Senin, 09 Oktober 2017

cerpen (SYIRIK)


Hari itu pada tahun 2013 atau 4 tahun yang lalu, Bapak saya dan kakak saya menjalankan aktivitas seperti biasa, dan pada saat itu saya masih SMA. Tepat pukul 2 siang saya selesai sekolah dan bergegas pulang ke rumah. Sesampai dirumah saya melihat keramaian disekitar rumah tetangga saya, dan menanyakan kepada ibu saya “ apa yang terjadi bu ?” ibu saya pun terlihat sedih untuk menjawabnya, dengan menjawab “bapak telah difitnah” sekejap saya terkejut mendengarnya.
Bapak pun akhirnya pulang dengan wajah yang kelihatan lelah karena bekerja seharian. sesampai dirumah bapak pun bingung apa yang terjadi, dan berselang beberapa menit seorang paranormal atau disini biasa dipanggil (dukun) menghampiri rumah saya dengan wajah yang marah, “dimana junaedi”  cakap dukun tersebut, bapak pun dengan rasa tidak takut keluar rumah dan menghampirinya “ ada apa ? siapa kamu?” ungkap bapak, seolah kesal dukun tersebut mengeluarkan kalimat yang tidak wajar “didalam rumah ini banyak dedemit, ikut saya pak cepat “ ungkap dukun dengan tegas. Bapak pun akhirnya menuruti kemauannya. Sesampai disana memang banyak sekali warga yang berdatangan untuk melihat apa yang terjadi, bapak pun akhirnya semakin bingung karena didalam rumah tetangga saya tersebut terdapat seorang wanita yang sedang kerasukan. Dan disitulah semua masalah diungkap melalui wanita yang dirasuki setan tersebut, dan dia melontarkan kalimat “kamu yang telah membunuh bapak saya” . Bapak pun hanya terdiam dan mengucapkan “astagfirullohalazim”. Wanita itupun terlihat kesal “kamu telah membunuh bapak melalui perantara paranormal” ungkap wanita tersebut. Bapak pun dengan tegas menyampaikan “ saya berani sumpah Al-quran disini dan disaksikan banyak warga disini” wanita itu pun hanya tertawa dan langsung mengatakan “akan ku bawa anakmu yang paling bungsu” bapak pun marah dan mengatakan “ silahkan ambil kalau bisa!!!. Ibu dan keluarga bapak lainnya pun hanya sedih tidak bisa menyampaikan kata-kata, dan merenungi”yaAllah masih ada manusia sejahat itu” ungkap nenek orang tua dari ibu. Dan pada akhirnya bapak pun tidak peduli dengan masalah itu dan memilih untuk pulang kerumah dan istirahat.
Seminggu setelah masalah tersebut bapak pun sering merasa tidak enak badan, karena hanya meriang biasa bapak pun tidak peduli dengan penyakitnya tersebut. Pada akhirnya berselang beberapa hari penyakit semakin parah, dan langsung dilarikan kerumah sakit terdekat. Beberapa hari dirumah sakit bapak pun merasa lebih sehat dan akhirnya dipulangkan untuk kembali kerumah.
Sampainya dirumah bapak merasa tidak enak badan lagi dan dia pun hanya diam karena tidak mau yang lain khawatir. Malam hari pun tiba bapak, ibu dan adik saya paling kecil tidur dikamar, dan saya bersama kakak saya tidur diruang tengah untuk berjaga takut terjadi apa apa dengan bapak. Pada saat jam 1 terdengar sekali suara batu kerikil, seperti ada orang yang yang melempari keatap rumah, dan saya pun menghiraukannya. berselang beberapa menit bapak saya terbangun untuk buang air kecil, dan anehnya dia buang air diluar rumah sambil menendang nendang dan mengatakan “ sana pergi sana “ ibu pun sontak bertanya “ada apa pak ?” bapak menjawab “itu bu ada anak kecil pegangin kaki bapak” saya dan kakak saya pun merasa takut dan merasa aneh setelah kejadian itu.
Setelah beberapa hari kondisi bapak pun semakin parah, dia terlihat sangat pucat dan lemas. Kami sebagai keluarga pun bergegas untuk memawanya kerumah sakit yang lebih bagus dari sebelumnya. Sehari dua hari berada dirumah sakit kondisi bapak masih dibilang lumayan, dan beberapa hari berikutnya saya merasa itu bukan seperti bapak, dia memang masih mengenal keluarganya, tetapi ucapan yang dilontarkannya bener-bener ngelantur, beberapa kali mencabut jarum infus samapi bercucur darah. Dan yang bikin bingung keluarga kami, dokter tidak tahu pasti penyakit yang di deritanya.
Beberapa hari menginap dirumah sakit akhirnya saya pulang karena harus menjalankan aktifitas saya sebagai siswa SMA. Sesampai dirumah banyak omongan warga yang tidak nyaman didengar tentang rumah saya dan keluarga “ saya mendengar ada orang menangis didalam kamar itu” ungkap tetangga saya, sebagai remaja yang masih berumur 16 tahun saya pun ikut merasa takut, dan saya pun memberanikan diri untuk berisitirahat sejenak karena siang nanti saya harus sekolah. Pada saat saya terlelap sekitar masih pagi pukul 08.00 saya tidur tapi tidak merasa tidur, saya merasa kaki saya seperti ada yang angkat dan pada akhirnya dijatuhkan dan saya bangun, sontak saya merasa kaget dan takut.
Beberapa jam kemudian saya selesai sekolah dan pulang kerumah, sesampai disana saya mengajak teman – teman sekitar saya untuk menemani saya tidur malam itu dan bersyukur teman – teman saya pun mau tanpa dipaksa. Malam hari itu sekitar pukul 11.00 saya dan teman-teman duduk diluar rumah sambil berdiskusi soal penyakit apa sebenernya yang diderita bapak saya, dan pada malam itu salah satu dari kami pergi kesamping rumah dan sontak membuat kami kaget dia berteriak “pocong3X” kami pun berlarian dihalaman rumah, dan akhirnya tidur dirumah nenek dari ibu saya.
Singkat cerita beberapa minggu kemudian bapak saya dipindahkan kerumah sakit yang lebih baik dan disana dia berbaring diruangan isu, “sedih melihat seorang laki-laki tinggi besar gagah terbaring tidak berdaya, kami semua menyayangimu pak “ ungkap ibu.
Utadz, kyai dan orang pinter berdatangan untuk mengobati bapak saya dan hasilnya pun nihil. Saya pun dan keluarga sudah mulai frustasi dan hanya bisa pasrah dan berharap kepada Allah SWT.
Bapak pun mengalami koma, kami sekeluarga memasuki ruangan tersebut dengan bercucuran air mata sambil membaca yasin, dan menciumi keningnya, menggosok air matanya yg menangis itu. Dan pada akhirnya atau keesokan harinya bapak telah meninggalkan kami, kami dan keluarga hanya bisa sabar dan mengikhlaskannya. Air mata pun tak terbendung saat dia ditanam kedalam kubur “yaAllah lapangkanlah kuburannya, ampunilah dosanya, terimalah amalnya” doa kami.
Beberapa hari kepergian bapak rumah kami seperti biasanya dan tidak ada yang menggagu lagi, karena tujuan mereka sudah terpenuhi. Dari syiriknya keluarga mereka terhadap kami membuat mereka buta akan dosa.
“Perbuatan fitnah lebih berbahaya dari pada pembunuhan karena boleh menyebabkan masyarakat hilang rasa kasih sayang dan mencetuskan permusuhan. Dan fitnah itu lebih besar dosanya dari pada membunuh” (Al-Baqarah : 27)




1 komentar:

  1. Buy Binance For Live-dealer: Binance For Live Dealer
    Binance is a live-dealer service that allows you to bet on live-dealer events. You can choose 우리카지노 between live dealer streams such as the

    BalasHapus