Sabtu, 28 Oktober 2017

Surat Cinta Untuk Ayu

Jatuh cinta ? ya... semua orang pasti pernah merasakannya, dan ini yang pernah saya rasakan bahkan sampai saat ini.
Dua semester saya lalui, dan di tiga semester atau semester tiga saya baru menemukan cinta sejati saya yaitu Eriana Fajar Ayuningtyas. Awalnya saya tidak yakin kalau dia bakal mau sama saya yang hanya orang kampung yang hanya menaiki roda dua, bagaimana tidak di pandangan saya dia adalah wanita highclass yang mungkin tipe cowonya tidak serendah seperti saya. Dan semua perkiraan saya ternyata tidak benar, Eriana atau biasa dipanggil Ayu adalah wanita yang rendah hati yang mau terima semua kekurangan orang yang ada didekatnya, dan saya pun termasuk.
Pada semester 3 semua teman kelas di semester 1 dan 2 harus dipecah dan harus beradaptasi kembali pada semester 3, dan disitulah awal saya melihat ayu. saya merupakan orang yang sangat pemalu apalagi untuk mendekati wanita secantik dia memerlukan beberapa hari buat saya.
Beberapa hari berlalu ada mata kuliah yang menyatukan kita dalam kelompok dan dikelompok itu ada lima orang, termasuk saya dan ayu. Rasa senang pun pasti ada didiri saya bagaimana tidak saya sekelompok sama orang yang saya suka, pembagian kelompok tersebut lah yang membuat saya saling kenal dengan ayu. Awal saya mengenalnya yaitu pada saat pertama kali kerja kelompok bersama yaitu dikampus, dan disitu juga pertama kali saya duduk bersampingan dengannya, rasa tegang beserta malu pun saya rasakan. Dan tanpa saya duga setelah selesai kerja kelompok ayu pun meminta saya untuk bonceng ke gedung kampus yang berada dikemang karena kebutulan pada hari itu saya dan ayu ada mata kuliah disana. “Aldi gua boleh nebeng ga ?” tanya ayu, saya pun menjawab “motor gua jelek, apa lu mau?” ayu juga menjawab “walaupun motor lu sebutut gerobak gua juga tetap mau”. Beberapa menit kemudian saya menjemputnya di halte depan kampus, dan merupakan perngalaman pertama saya naik motor berdua orang yang cantik apalagi orang itu saya suka.
Setelah selesai kuliah saya pun langsung pulang kerumah, sesampai dirumah ada satu pesan dan tanpa disangka yaitu dari ayu orang yang saya suka mengucapkan terimakasih atas tumpangannya tadi kepada saya, dari situlah perkenalan kita semakin jauh dan membuat kita semakin dekat.
Di hari berikutnya saya dan ayu pun sudah semakin akrab, bahkan saya juga beberapa kali mengantarnya pulang, bahkan makan bersama. Seiring berjalannya waktu membuat ayu terbawa perasaan atau bahasa modernnya baper terhadap saya, dari memberi saya perhatian, ingin tahu tentang kehidupan saya, dan saya pun senang membuat saya merasa terbang bagaikan burung yang sedang bahagia. Tahap demi tahap saya lalui dalam mendekatinya, dan mungkin dikatakan sangat berhasil, karena ayu sudah beberapa kali memberikan lampu hijau kepada saya untuk memastikan hubungan kita agar lebih dekat. Sayapun merasa bingung dengan cara apa saya mengungkapkannya, saya belum sama sekali berpengalaman soal cinta. Dan saya pun berpikir semakin saya mengulur waktu semakin besar untuk kehilangan dia. Dan di waktu yang tepat saya mengatakan semua isi hati saya kepadanya walaupun bisa dibilang dengan cara yang sangat sangat sederhana, saya hanya mengatakan lewat pesan dari handphone. Dan tanpa berpikir panjang dia pun langsung merespon pesan saya dengan mengatakan”aku juga sayang sama kamu” dan disitulah awal kita menjalin hubungan pada tanggal 18-10-2016.
Hubungan yang saya jalani bersama ayu sampai saat berusia 2 tahun lebih beberpa hari, di hubungan ini memang beberapa kali kerap mandapatkan ujian ya mungkin lumayan berat buat kami, tapi dengan ujian tersebut justru membuat kita agar jauh lebih kuat dari sebelumnya. Dan intinya saya bahagia menjalaninya dan saya bahagia, bangga memilikinya. Dia adalah wanita yang sering memotivasi saya agar lebih maju, wanita yang mau menerima semua kekurangan saya, yang selalu menghibur saya, menemani hari hari saya. Dan saya berharap saya dapat memilikinya selamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar