Hari itu pada tahun
2013 atau 4 tahun yang lalu, Bapak saya dan kakak saya menjalankan aktivitas
seperti biasa, dan pada saat itu saya masih SMA. Tepat pukul 2 siang saya
selesai sekolah dan bergegas pulang ke rumah. Sesampai dirumah saya melihat keramaian
disekitar rumah tetangga saya, dan menanyakan kepada ibu saya “ apa yang
terjadi bu ?” ibu saya pun terlihat sedih untuk menjawabnya, dengan menjawab
“bapak telah difitnah” sekejap saya terkejut mendengarnya.
Bapak pun akhirnya
pulang dengan wajah yang kelihatan lelah karena bekerja seharian. sesampai
dirumah bapak pun bingung apa yang terjadi, dan berselang beberapa menit
seorang paranormal atau disini biasa dipanggil (dukun) menghampiri rumah saya
dengan wajah yang marah, “dimana junaedi” cakap dukun tersebut, bapak pun dengan rasa
tidak takut keluar rumah dan menghampirinya “ ada apa ? siapa kamu?” ungkap
bapak, seolah kesal dukun tersebut mengeluarkan kalimat yang tidak wajar
“didalam rumah ini banyak dedemit, ikut saya pak cepat “ ungkap dukun dengan
tegas. Bapak pun akhirnya menuruti kemauannya. Sesampai disana memang banyak
sekali warga yang berdatangan untuk melihat apa yang terjadi, bapak pun
akhirnya semakin bingung karena didalam rumah tetangga saya tersebut terdapat
seorang wanita yang sedang kerasukan. Dan disitulah semua masalah diungkap
melalui wanita yang dirasuki setan tersebut, dan dia melontarkan kalimat “kamu
yang telah membunuh bapak saya” . Bapak pun hanya terdiam dan mengucapkan
“astagfirullohalazim”. Wanita itupun terlihat kesal “kamu telah membunuh bapak
melalui perantara paranormal” ungkap wanita tersebut. Bapak pun dengan tegas
menyampaikan “ saya berani sumpah Al-quran disini dan disaksikan banyak warga
disini” wanita itu pun hanya tertawa dan langsung mengatakan “akan ku bawa
anakmu yang paling bungsu” bapak pun marah dan mengatakan “ silahkan ambil
kalau bisa!!!. Ibu dan keluarga bapak lainnya pun hanya sedih tidak bisa
menyampaikan kata-kata, dan merenungi”yaAllah masih ada manusia sejahat itu”
ungkap nenek orang tua dari ibu. Dan pada akhirnya bapak pun tidak peduli
dengan masalah itu dan memilih untuk pulang kerumah dan istirahat.
Seminggu setelah
masalah tersebut bapak pun sering merasa tidak enak badan, karena hanya meriang
biasa bapak pun tidak peduli dengan penyakitnya tersebut. Pada akhirnya
berselang beberapa hari penyakit semakin parah, dan langsung dilarikan kerumah
sakit terdekat. Beberapa hari dirumah sakit bapak pun merasa lebih sehat dan
akhirnya dipulangkan untuk kembali kerumah.
Sampainya dirumah bapak
merasa tidak enak badan lagi dan dia pun hanya diam karena tidak mau yang lain
khawatir. Malam hari pun tiba bapak, ibu dan adik saya paling kecil tidur
dikamar, dan saya bersama kakak saya tidur diruang tengah untuk berjaga takut
terjadi apa apa dengan bapak. Pada saat jam 1 terdengar sekali suara batu
kerikil, seperti ada orang yang yang melempari keatap rumah, dan saya pun
menghiraukannya. berselang beberapa menit bapak saya terbangun untuk buang air
kecil, dan anehnya dia buang air diluar rumah sambil menendang nendang dan
mengatakan “ sana pergi sana “ ibu pun sontak bertanya “ada apa pak ?” bapak
menjawab “itu bu ada anak kecil pegangin kaki bapak” saya dan kakak saya pun
merasa takut dan merasa aneh setelah kejadian itu.
Setelah beberapa hari
kondisi bapak pun semakin parah, dia terlihat sangat pucat dan lemas. Kami
sebagai keluarga pun bergegas untuk memawanya kerumah sakit yang lebih bagus
dari sebelumnya. Sehari dua hari berada dirumah sakit kondisi bapak masih
dibilang lumayan, dan beberapa hari berikutnya saya merasa itu bukan seperti
bapak, dia memang masih mengenal keluarganya, tetapi ucapan yang dilontarkannya
bener-bener ngelantur, beberapa kali mencabut jarum infus samapi bercucur
darah. Dan yang bikin bingung keluarga kami, dokter tidak tahu pasti penyakit
yang di deritanya.
Beberapa hari menginap
dirumah sakit akhirnya saya pulang karena harus menjalankan aktifitas saya
sebagai siswa SMA. Sesampai dirumah banyak omongan warga yang tidak nyaman
didengar tentang rumah saya dan keluarga “ saya mendengar ada orang menangis
didalam kamar itu” ungkap tetangga saya, sebagai remaja yang masih berumur 16
tahun saya pun ikut merasa takut, dan saya pun memberanikan diri untuk
berisitirahat sejenak karena siang nanti saya harus sekolah. Pada saat saya
terlelap sekitar masih pagi pukul 08.00 saya tidur tapi tidak merasa tidur,
saya merasa kaki saya seperti ada yang angkat dan pada akhirnya dijatuhkan dan
saya bangun, sontak saya merasa kaget dan takut.
Beberapa jam kemudian
saya selesai sekolah dan pulang kerumah, sesampai disana saya mengajak teman –
teman sekitar saya untuk menemani saya tidur malam itu dan bersyukur teman –
teman saya pun mau tanpa dipaksa. Malam hari itu sekitar pukul 11.00 saya dan
teman-teman duduk diluar rumah sambil berdiskusi soal penyakit apa sebenernya
yang diderita bapak saya, dan pada malam itu salah satu dari kami pergi
kesamping rumah dan sontak membuat kami kaget dia berteriak “pocong3X” kami pun
berlarian dihalaman rumah, dan akhirnya tidur dirumah nenek dari ibu saya.
Singkat cerita beberapa
minggu kemudian bapak saya dipindahkan kerumah sakit yang lebih baik dan disana
dia berbaring diruangan isu, “sedih melihat seorang laki-laki tinggi besar
gagah terbaring tidak berdaya, kami semua menyayangimu pak “ ungkap ibu.
Utadz, kyai dan orang
pinter berdatangan untuk mengobati bapak saya dan hasilnya pun nihil. Saya pun
dan keluarga sudah mulai frustasi dan hanya bisa pasrah dan berharap kepada
Allah SWT.
Bapak pun mengalami
koma, kami sekeluarga memasuki ruangan tersebut dengan bercucuran air mata
sambil membaca yasin, dan menciumi keningnya, menggosok air matanya yg menangis
itu. Dan pada akhirnya atau keesokan harinya bapak telah meninggalkan kami,
kami dan keluarga hanya bisa sabar dan mengikhlaskannya. Air mata pun tak
terbendung saat dia ditanam kedalam kubur “yaAllah lapangkanlah kuburannya,
ampunilah dosanya, terimalah amalnya” doa kami.
Beberapa hari kepergian
bapak rumah kami seperti biasanya dan tidak ada yang menggagu lagi, karena
tujuan mereka sudah terpenuhi. Dari syiriknya keluarga mereka terhadap kami
membuat mereka buta akan dosa.
“Perbuatan fitnah lebih
berbahaya dari pada pembunuhan karena boleh menyebabkan masyarakat hilang rasa
kasih sayang dan mencetuskan permusuhan. Dan fitnah itu lebih besar dosanya
dari pada membunuh” (Al-Baqarah : 27)
Buy Binance For Live-dealer: Binance For Live Dealer
BalasHapusBinance is a live-dealer service that allows you to bet on live-dealer events. You can choose 우리카지노 between live dealer streams such as the